Tuesday, March 21, 2017

POTENSI EKOWISATA

 POTENSI EKOWISATA DI PULAU LOMBOK

ATRAKSI
Bau Nyale merupakan tradisi suku sasak yang tinggal di Lombok Selatan sepanjang pantai selatan pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kata sasak itu sendiri berasal dari bahasa sanskerta, sahsaka. Sah artinya pergi, saka artinya asal. Sahsaka artinya pergi meninggalkan tanah asal, dan mengumpul di pulau Lombok dengan memakai rakit bambu sebagai kendaraan
Bau Nyale merupakan suatu tradisi menangkap nyale yang dilakukan oleh suku sasak setiap setahun. Bau Nyale berasal dari bahasa sasak, yaitu dari kata Bau yang berarti menangkap dan Nyale yang berarti sejenis cacing laut. Nyale termasuk kedalam kelas Polichaeta dari filum Annelida. Polichaeta adalah cacing bersegmen yang memiliki banyak rambut (secara etimologis, poly berarti banyak; chaeta berarti struktur serupa rambut) di sekujur tubuhnya . Polichaeta biasanya hidup menempel pada sedimen atau menempel pada permukaan keras (bentik), sedangkan larva bersifat planktonik.
Nyale ini ditangkap oleh suku sasak untuk dikonsumsi saat swarming. Fenomena swarming merupakan peristiwa ketika cacing laut dari jenis tertentu berkerumun dalam jumlah melimpah di sekitar permukaan air untuk melakukan perkawinan secara eksternal . Polichaeta muncul ke permukaan air pada saat-saat tertentu (menjelang waktu shubuh hingga fajar menyingsing Lombok dan Sumba; menjelang waktru maghrib hingga sekita 2-3 jam setelah di daerah Maluku). Polichaeta berenang ke permukaan air laut untuk melepaskan telur dan spermanya. Pada saat itulah masyarakat menangkap cacing laut tersebut dan hingga kini menjadi sebuah tradisi dari suku sasak.
Selain di Lombok, fenomena swarming terjadi pada kawasan Indonesia Timur lain, yaitu perairan Maluku dan Sumba. Apabila di Lombok, cacing laut Polichaeta disebut sebagai Nyale, di daerah Maluku dan Sumba, cacing laut ini disebut dengan nama Laor dan Palolo dengan jenis cacing yang berbeda (Tabel 1).
Tabel 1. Perbandingan swarming cacing laut Polichaeta di beberapa daerah di Indonesia Timur
Daerah Perairan    Jenis Cacing    Nama Lokal    Waktu Pemunculan
Lombok    Eunice siciliensis danLicydice collaris    Nyale    Antara waktu shubuh hingga fajar menyingsing
Maluku    Lysidice oele danDendronereides heteropoda    Laor    Mulai waktu maghrib hingga 2-3 jam setelahnya.
Sumba    Eunice viridis    Palolo    Antara waktu shubuh hingga fajar menyingsing

Tradisi Bau Nyale diadakan setahun sekali dan dijadwalkan setiap bulan Febuari-Maret. Kegiatan tradisi ini dipusatkan di dua kabupaten, yakni Lombok Tengah, tepatnya di Desa Kuta dan Seger, serta Lombok Timur, tepatnya di Desa Kaliantan dan Jerowaru . Alat yang digunakan untuk menangkap nyale adalah alat penangkap (jaring) dan wadah. Untuk menangkap nyale dapat juga menggunakan tangan. Untuk mendapatkan nyale yang lebih banyak dapat juga menggunakan sampan. Dengan sampan maka dapat menangkap nyale sampai jauh ketengah. Bagi mereka yang datang dari jauh harus membawa bekal, karena menangkap nyale membutuhkan waktu sekurang-kurangnya satu malam .

    Tradisi ini merupakan suatu kejadian yang dikaitkan dengan budaya. Konon, menurut kepercayaan sebagian masyarakat Lombok, ada seorang putri bernama Putri Mandalika yang karena kecantikannya banyak raja ingin mempersuntingnya menjadi permausuri. Putri Mandalika tidak bisa menentukan pilihan. Jika ia hanya memilih satu orang, akan terjadi peperangan. Dan karena putri arif dan bijak ini tidak menghendaki terjadinya peperangan karena rakyat juga yang akan menjadi korbannya. Ia menceburkan diri ke laut sambil berharap jelmaan dirinya bisa dimiliki banyak orang. Diyakini Putri Mandalika lah yang menjelma menjadi cacing laut berwarna-warni. Penjelmaan Putri Mandalika inilah yang oleh masyarakat Lombok dinamakan nyale
Upacara penangkapan nyale dapat dibedakan menjadi dua yaitu: dilihat dari waktu penangkapannya dan dilihat dari bulan keluarnya. Dilihat dari waktu penangkapannya, dapat dibedakan atas “jelo bojag” (hari percobaan) dan “jelo tumpah” (hari keluarnya). Masing-masing jatuh pada tanggal 19 dan tanggal 20 bulan kesepuluh (sekitar bulan maret). Bulan keluarnya nyale, disebut “nyale tunggak” (Bahasa Indonesia, nyale pokok) dan ”nyale poto” (Bahasa Indonesia; nyale ujung/nyale akhir. Nyale tunggak adalah nyale yang keluar pada tanggal 19 dan 20 bulan kesepuluh, dan nyale poto adalah nyale yang keluar pada tanggal 19 dan 20 bulan kesebelas. Sesuai dengan namanya, kebanyakan nyale keluar pada waktu nyale tunggak. Maka tak heran kalau kebanyakan masyarakat menangkap nyale pada bulan kesepuluh .
Pada saat penangkapan Nyale, penduduk akan menyorotkan senter ke arah perairan yang diyakini bisa menarik Nyale ke arah tepi perairan. Secara ilmiah, dapat dijelaskan bahwa cahaya merupakan unsur penarik kehadiran cacing ini karena bagian epitoke dari cacing laut Polichaeta bersifat fototropik positif). Selain itu, penduduk akan berteriak semaunya seperti “jabut jantar bulum pepeq’n edara eberu”. Menurut kepercayan mereka, hal tersebut merangsang nyale supaya lebih banyak keluar dari lubangnya. Hal tersebut sesuai dengan legenda putri Eberu, yang menjelma jadi Nyale .
Perayaan Bau Nyale dilakukan untuk mengenang dan merayakan peristiwa putri Mandalika yang menceburkan dirinya untuk kepentingan rakyat banyak. Namun makna tersebut telah sedikit bergeser dari makna ”enkulturasi”. Kaum muda-mudi yang merayakan pesta rakyat itu di masa lampau dengan diwarnai api unggun dan dikelilingi para pemmuda-pemudi yang didampingi beberapa orangtua mereka. Duduk mengelilingi api unggun disertai berbalas pantun (dalam bahasa Sasak disebut bekayaq) yang berisi sekitar perkenalan, merajuk isi hati masing-masing atau ungkapan perpisahan.Di kalangan suami istri pun merupakan momen nostalgia bersama anak-anak mereka dalam suasana kegembiraan. Namun sekarang tradisi Bau Nyale mulai bergeser dari keaslian maknanya dan direkayasa untuk kepentingan pariwisata.


TRANSPORTASI
Adapun transportasi yang dapat digunakan oleh wisatawan yaitu: dengan kendaraan beroda dua dan beroda empat berupa : Sepeda motor, Taksi, Bis, dan Transportasi darat lainnya. Karena berdasarkan aksesibilitas menuju tempat atraksi wisata yang berlokasikan di pantai seger Lombok tengah yang sudah memadai dan dapat dijangkau oleh para wisatawan.adapun karena akses menuju objek wisata khususnya atraksi budaya baunyale sudah dikemas oleh pemerintah dengan baik sehingga strategis.
AKOMODASI
Di tempat objek wisata ada beberapa akomodasi yang dapat di jangkau oleh wisatawan ketika dalamsedang melakukan perjalanan wisata atau berkunjung ketempat wisat tersebut (Objek wisata pantai seger sebagai tempat atraksi budaya baunyale) Contoh akomodasi yang paling strategis adalah Novotel karena berjarak tidak jauh dari lokasi cukup dengan berjalan kaki wisatawan dapat menempu perjalanannya.
KOMSUMSI
Adapun konsumsi yang didapatkan oleh wisatawan melainkan makanan khas pulau Lombok tersebut seperti dalam bidang jasa restoran kafe dsb yang sudah disediakan, karena atraksi baunyale dimana dapat diartikan menurut KBBI ‘Bau’ yang artinya menangkap dan ‘nyali’ adalah sebuah hewan cacing laut yang juga sebagai makanan khas tiap tahun masyarakat setempat sehingga wisatawan pun dapat mengkomsumsi makanan tersebut dimana yang sudah tersedia di jasa jasa makanan dan minuman seperti Restoran kafe, dan jasa lainnya.

Tuesday, January 3, 2017

1598

Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo - STiPram Yogyakarta

Akademi Pariwisata Ambarrukmo disingkat AkPrAm adalah perguruan tinggi swasta di bawah naungan Yayasan Ambarrukmo yang berdiri tanggal 13 September 2001. Namun terhitung sejak tanggal 5 Agustus 2008, statusnya sudah berubah menjadi Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo disingkat STIPRAM
Yayasan Ambarrukmo sendiri adalah lembaga sosial bidang kependidikan yang bekrjasama dengan beberapa baik bertaraf nasional maupun bertaraf internasional, sehingga suatu jaminan kualitas baik SDM, Materi Pengajaran, yang up to date sesuai perkembangan perhotelan dan pariwisata global.
STIPRAM memiliki 2 program studi, yaitu Hospitality (S1) dan Perhotelan (D3)
Hospitality: Suatu kegiatan pelayanan dalam menunjang industri jasa, khususnya kegiatan ilmu kepariwisataan.
Kegiatan ilmu kepariwisataan mencakup keilmuan untuk industri jasa hotel, perbankan, rumah sakit, pegawai negeri, perjalanan termasuk air line, cruise dan overland, yang intinya adalah pelayanan sebagai Host (tuan rumah), masalah science of service dan science of courtesy menjadi pilar utama dalam menyelesaikan setiap pekerjaan (Job Requirment Standard).
Dekade sekarang dan kedepan, hal diatas menjadi nilai kompetitif dan kompetensi bagi Sumber Daya Manusia yang diminta dan dibutuhkan.

Kenapa STIPRAM Unggulan?

Kurikulum berbasis kompetensi kompetitif dan progresif, jaminan nilai profesional bagi SDM handal cukup diselesaikan dalam waktu relatif singkat.
Memiliki pola pengajaran aktif, untuk membuka wawasan, penalaran sekaligus membangun jiwa kemandirian. Laboratorium lengkap, baik bahasa, komputer maupun hotel lab.lainnya dengan fasilitas lengkap kampus terpadu.
Khusus untuk tingkat Diploma 3, modul 30% teori dan 70% praktek, benar-benar diterapkan dengan actual measurement yang terprogram sejak mahasiswa duduk pada semester pertama sampai dengan terakhir, lewat kegiatan Job Oroentaion dan Casual Program agar mendapat job experience maksimal.
Graduate Evaluation diterjemahkan sebagai konsekuensi akademis untuk melihat kekurangan dan kelebihan mahasiswa, untuk dibenahi terus-menerus setiap tahapan, lewat spesialisasi penjurusan.
Secara akademik dan profesi, kemampuan mahasiswa STIPRAM disiapkan pada level mengengah ke atas dengan mantap, sebab selain menguasai technical skill juga harus menguasai managerial skill. Bukan hal aneh semasih berstatus mahasiswa sudah terfasilitasi bekerja baik di dalam maupun luar negeri.
Membekali mahasiswa untuk eksis, mandiri dan percaya diri untuk merebut posisi terhormat di masa depan. Pembelajaran praktikum dengan modul seating-system, hanya ada di STIPRAM. Semua kegiatan praktikum dan praktek gratis dengan ditunjang keberadaan 15 hotel PT HIN. Biaya perkuliahan sangat murah dibanding apa yang didapatkan.

Kenapa Harus Pilih STiPRAM

  1. Kuliah tepat waktu D3 cukup 2,8 tahun dan S1 hanya 3,8 tahun
  2. Biaya termurah
  3. Kuliah sambil kerja
  4. Semester ke-2 sudah magang kerja, dapat honor semester ke-4 sudah bekerja dapat gaji baik di dalam maupun di luar negeri
  5. Akses untuk PNS terbuka lebar
  6. Di Indonesia baru 4 (empat) Perguruan Tinggi Pariwisata yang memiliki Ijin Resmi untuk S1 (Strata satu)
  7. Milik Inna Hotel Group dengan Jaringan Hotel Internasional
  8. Program D3 terakreditasi A Program S1 (Pertama di Indonesia) Terakreditasi A.
  9. Tersedia banyak macam beasiswa, termasuk Beasiswa Unggulan
  10. Tersedia Asrama Mahasiswa
  11. Terfasilitasi JOINT DEGREE (Satu kali kuliah dapat 2 Ijazah, dengan Perguruan Tinggi Luar Negeri)

Kerjasama

Kerjasama dengan Perguruan Tinggi dalam dan luar negeri , khususnya di bidang kepariwisataan selalu ditingkatkan. Dalam negeri tergabung dalam asosiasi Hildiktipari (memperluas lembaga pendidikan tinggi pariwisata Indonesia) secara aktif di luar negeri, selalu ditingkatkan dengan Workshop dan seminar Internasional.Dengan Burapha University di Bangkok Thailand dan Nilai University di Kuala Lumpur Malaysia telah meningkat menjadi kerjasama Joint Degree (satu kali kuliah mendapatkan 2 Ijazah) setara Internasional adapula peringkatan untuk pendidikan profesi khusus Culinarry (chef-profesi), telah  bersama Asean Culinarry Academy di Kuala Lumpur Malaysia.
Kerja Praktek di luar negeri maupun casual, network kita di Singapura, Malaysia, Belanda, Uni Emirat Arab, UK (Inggris) atau USA (Amerika) sudah merupakan salah satu sasaran pengalaman kerja yang terarah, termasuk profesi di kapal pesiar dunia.
Di dalam negeri dengan ditunjang olh 13 Unit Hotel PT. HIN, juga Accor Group, Choice, Hyatt, Sheraton, Haris Group dan sebagainya yang merupakan unit industri untuk mengasah experience knowladge maupun soft skill mahasiswa. Belum lagi banyak Hotel, Restoran.
Tentunya pula dengan pemerintah, telah dijalin kerjasama penyediaan SDM berkualitas untuk di manfaatkan pegawai negeri (PNS). Apalagi kebutuhan S-1 Pariwisata sebagai Standart Recruitment ke depan sangat di perlukan, untuk mengisi semua lini dinas pemerintah (PNS)
selengkapnya silahkan lihat profil stipram :

Berpikir Intelektual, Bertindak Profesional





Monday, January 2, 2017

Pattaya

Pattaya merupakan sebuah kota di Thailand yang terletak di pesisir Teluk Thailand yang merupakan pusat pariwisata terbesar di Thailand. Pattaya merupakan tujuan utama wisatawan yang ingin menikmati keindahan pantai serta pergelaran-pergelaran seni lainnya di Thailand.
 Pattaya-City-view

Tempat – Tempat Wisata di Pattaya

Pattaya Beach

Pattaya Beach merupakan pantai yang sangat populer di Pattaya, berbentuk seperti bulan sabit Pattaya Beach menawarkan berbagai pesona yang sangat menarik bagi para wisatawan. Hamparan pasir pantai dan jejeran pohon palem membuat Pattaya Beach sebagai salah satu destinasi yang wajib dikunjungi di Pattaya.
 pattaya

Sriracha Tiger Zoo

Sriracha Tiger Zoo merupakan kebun binatang yang berada di Sri Racha, sebuah kota di pinggiran Pattaya di provinsi Chonburi. Disini para wisatawan dapat menikmati atraksi harimau serta buaya. Sriracha Tiger Zoo merupakan kebun binatang yang memiliki populasi harimau sebanyak 200 dan 10.000 buaya.
 Sriracha-Tiger-Zoo

Gems Jewellry

Gems Jewellry merupakan toko perhiasan yang didalamnya para wisatawan diajak melihat dorama proses pembuatan batu mulia dengan menaiki kereta yang sudah tersedia serta berbagai macam batu mulia yang ditawarkan dengan kualitas terbaik.
 gems-gallery

Big Bee Farm

Big Bee Farm merupakan peternakan lebah yang berada 41/10 Moo.3 Pattaya-Chonburi Rd T.Nongplalai A.Banglamung Chonburi. Disana para wisatawan dapat melihat peternakan lebah dan menyaksikan berbagai macam Mr.Bee Man. Wisatawan juga dapat mengunjungi klinik Big Bee yang menawarkan terapi kepada penderita migrain, nyeri otot dan wasir.
 big-bee-farm

Alcazar Show

Alcazar Show merupakan salah satu Cabaret Show yang sangat terkenal di Thailand. Disini para wisatawan disuguhkan dengan pergelaran seni yang diperagakan oleh para transgander.
 alcazar-show

Laser Buddha

Laser Buddha merupakan patung Buddha yang diukir di sebuah gunung yang memiliki tinggi 109 meter dan lebar 70 meter, yang diukir dengan menggunakan laser yang berwarna emas. Terletak di Chonburi Pattaya, Laser Buddha merupakan salah satu tujuan wisata yang wajib dikunjungi di Pattaya.
 laser-buddha

Nong Nooch Village

Nong Nooch Village merupakan kebun raya yang didalamnya terdapat berbagai macam pergelaran-pergelaran kesenian Thailand seperti Thai Boxing, Atraksi Gajah dan kesenian Thailand lainnya.
 Nong_Nooch

Mini Siam

Mini Siam merupakan taman miniatur yang sangat terkenal di Sukhumvit Road Pattaya, Chonburi. Thailand. Mini Siam dibangun pada tahun 1986 yang terdiri dari 2 zona yaitu Zona Mini Siam da Zona Mini Europe.
 mini-siam

Pattaya Floating Market

Pattaya Floating Market merupakan salah satu tujuan wisata yang wajib dikunjungi. Disini wisatawan dapat berbelanja barang-barang atau mencicipi makanan tradisional Thailand menggunakan perahu yang mengelilingi kawasan floating market yang terbagi menjadi empat bagian yang masing-masing mewakili daerah di Thailand yaitu utara, timur , tengah dan selatan.


PANTAI LING'AL (NTT,ALOR)



Alor - Ada banyak pantai yang bisa dikunjungi di Alor. Salah satu yang begitu cantik dan tak boleh dilewatkan adalah Pantai Ling'al. Pemandangannya juara!

Alor di Nusa Tenggara Timur terkenal dengan wisata baharinya. Aneka pantai yang begitu indah bisa ditemukan di Alor, termasuk Pantai Ling'al. Pantai yang satu ini dijamin bikin traveler betah berlama-lama karena memang menyajikan panorama yang memanjakan mata.

detikTravel berkunjung ke Pantai Ling'al atas undangan dari Angkasa Pura I pekan lalu. Pantai berada di kawasan Desa Halerman, Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor. Pantai Ling'al bisa dicapai dengan perahu sekitar 1,5 jam dari dermaga di Desa Alor Kecil.


Pasirnya putih dan airnya begitu jernih (Kurnia/detikTravel)

Dalam perjalanan ke sana, wisatawan disuguhkan pemandangan perbukitan hijau yang indah di sepanjang pesisir Alor. Perairan di dekat dermaga yang tampak tenang ditambah angin sepoi-sepoi, membuat perjalanan begitu menyenangkan dan terasa singkat.

Setelah sekitar 1,5 jam berlayar Pantai Ling'al pun terlihat. Perahu ditambatkan, detikTravel beserta rombongan segera turun dan berjalan menuju hamparan pasir pantai yang putih bersih. Perairan di sekitar juga begitu jernih.


(Kurnia/detikTravel)

Sekadar duduk santai di atas hamparan pasir, atau main air di tepian rasanya menyenangkan. Kalau ingin berteduh di gua pun bisa. Ada gua yang asyik buat berteduh di tepi pantai.

Nah, jika traveler penasaran ingin melihat keindahan Pantai Ling'al dari atas, bisa naik ke atas bukit. Ada perbukitan hijau di tepi pantai yang bisa didaki. Tinggi bukit sekitar 30 meter.

Jalan menuju ke puncak bukit memang belum ada yang tertata. Jadi masih berupa rerumputan dan pepohonan. Traveler harus berhati-hati ketika menanjak ke atas.


(Kurnia/detikTravel)

Setelah tiba di atas, segala rasa lelah setelah mendaki akan tergantikan dengan kekaguman terhadap pemandangan yang tersaji. Pantai Ling'al yang berpasir putih itu tampak melengkung dengan perbukitan di kanan dan kirinya.

Puncak bukit ini menjadi view point yang paling oke, sekaligus tempat yang asyik buat foto-foto dari ketinggian. Lokasi pantai juga masih sepi, sehingga wisatawan bisa foto-foto dengan leluasa.

Menyewa perahu ke Pantai Ling'al dari dermaga di Desa Alor Kecil biayanya sekitar Rp 700 ribu. Tapi bisa dipakai seharian dan muatannya lebih dari 10 orang. Kalau tidak ingin sewa, bisa naik perahu yang terjadwal seminggu sekali berangkat ke Pantai Ling'al dengan ongkos yang lebih murah.

Traveler yang ingin menginap di pantai juga bisa. Warga setempat ada yang menyewakan tenda. Tapi jika tidak ingin di tenda, boleh saja menginap di rumah warga setempat.


(Kurnia/detikTravel)

(krn/krn)
AIR MANCUR TUTI ADAGAI (NTT,ALOR)

Pulau Alor, Nusa Tenggara Timur, terkenal dengan budaya serta potensi wisata alamnya yang asri dan alami. Salah satunya adalah air panas Tuti Adagae. Dengan fenomena alam yang unik berupa semburan air panas dan batu kristal, membuat kawasan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang bosan dengan suasana perkotaan.
Kawasan wisata ini berjarak sekitar 50 Km arah timur Kota Kalabahi Kabupaten Alor, yang bisa ditempuh dengan kendaraan umum sekitar 1 jam perjalanan darat. Sebelum memasuki lokasi semburan air panas, para pengunjung dimanjakan dengan pemandangan hutan kenari dengan pepohonan yang teduh, cocok sebagai tempat bersantai bersama keluarga.
Tak hanya itu, para pengunjung kemudian bisa menikmati indahnya aliran air panas kali Tuti Adagae yang mengalir dengan pelan menuju ke muara dengan selalu mengeluarkan gelembung dan busa serta uap panas. Hangatnya lebih terasa saat kita berdiri di tepian kali. Karena mengandung belerang, warga percaya mandi di kali tersebut bisa menyembuhkan penyakit.
Lantaran selalu mengeluarkan uap panas, membuat batuan di sekitar aliran sungai menjadi mengkristal, dan kristal ini juga sering di pergunakan warga sebagai campuran bumbu dan di yakini memiliki protein tinggi.
Selain di titik semburan, juga terdapat titik-titik semburan dari dasar air seperti mata air kecil yang selalu mengeluarkan air panas. Bahkan, binatang-binatang kecil tak bertahan hidup bila mendekati aliran air tersebut.

Pantai Maimol
PANTAI MAIMOL (NTT,ALOR)
Pantai Maimol mempunyai jarak yang kurang lebih sekitar 8 km dari kota Kalabahi. Maimol sebagai kampung nelayan tradisional, memiliki potensi cukup baik guna menjadi penghasil ikan di wilayah kabupaten Alor. Pantai ini tepat berada di Teluk Benlelang sehingga memiliki ombak yang tenang dengan air yang jernih.
Hamparan pasir putih dengan garis pantai hampir sekitar 1 kilometer memberikan keindahan tersendiri untuk mata pengunjung. Disekitar lokasi sudah terdapat tempat perisitirahatan berupa kursi-kursi dari bambu tepat di bawah rindangnya pepohonan kelapa dan beringin dan juga sudah tersedia toilet bagi pengunjung.
Anda juga dapat langsung membeli ikan hasil tangkapan para nelayan setempat yang menjajakan hasil tangkapannya untuk dijual di pesisir pantai. Akses transportasi cukup mudah menuju lokasi dengan menggunakan ojek ata angkutan kota dari pusat kota dengan tarif 5.000 rupiah.


Hasil gambar untuk WISATA PULAU KEPA
PULAU KEPA (NTT,ALOR)
Pantai di Pulau Kepa, menawarkan kelegaan bagi mereka yang penat dengan keriuhan. Pulau ini memiliki hamparan pasir putih selembut tepung dan lautan biru jernih yang jauh dari keramaian. Memandang laut di Alor dari pantai Pulau Kepa, ketenangan terasa menenteramkan jiwa.
Lautan jernih terlindung dalam barisan perbukitan kokoh di pulau-pulau sekitarnya. Gelombang kecil mengalun lamban bersama perahu-perahu nelayan yang sesekali melintas, ikan-ikan sebesar betis pun tak enggan bermain hingga ke bibir pantai.
Pulau Kepa berjarak sekitar 12 kilometer dari pusat Kota Kalabahi dan dapat ditempuh dalam waktu 10 menit berperahu motor dari Dermaga Alor Kecil. Dari Bandara Kalabahi di Alor, Pulau Kepa masih berjarak 1,5 jam perjalanan dengan mobil dilanjutkan dengan perahu.
Pulau Kepa ibarat dunia yang terlupakan oleh laju peradaban. Sentuhan modernitas masih begitu minim. Tak ada jalan beraspal, kendaraan bermotor, ataupun warung yang menjual makanan. Penduduknya pun masih sedikit. Perairan Pulau Kepa masuk dalam taman laut Teluk Mutiara yang merupakan salah satu kawasan taman laut terindah didunia dengan kekayaan keanekaragaman hayati biota laut terbaik didunia.
Namun, suasana inilah yang menghadirkan eksotisme dan justru menjadi salah satu daya tarik Kepa. Hal ini rupanya juga disadari pemilik La P’tite Kepa, satu-satunya penginapan dan penyedia jasa penyelaman di pulau itu. Penginapan milik pasangan asal Perancis itu didesain seperti perkampungan tradisional khas Alor, dibangun tepat di atas tebing di pinggir pantai. Cottage yang ada berjumlah lima buah dan mampu menampung sampai dengan 100 orang.
Pondok-pondok itu berbahan bambu dan beratap rumbia dengan tarif di bawah Rp 500.000 per malam. Meski sederhana, penginapan ini nyaris penuh sepanjang tahun dengan jumlah tamu 300-400 orang per tahun. Sebagian besar tamunya adalah turis mancanegara, terutama dari Perancis dan Jerman. Untuk memastikan mendapat kamar di La P’tite Kepa, sebaiknya memesan jauh-jauh hari sebelumnya.